Jumat, 07 Desember 2012

sos

Diposkan oleh febrina tomodachi di Jumat, Desember 07, 2012
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

1. DEFENISI LEMBAGA SOSIAL J
§  PAUL B HORTON DAN CHASTER L HUNT (NORMA U/ MENCAPAI TUJUAN )
§  BRUCE J COHEN ( SISTEM POLA YANG TERSUSUN RAPI )
§  KOENTJARANINGRAT ( NORMA YANG MEMINTA SERANGKAIAN TINDAKAN )
§  L.VON.WIESE DAN HOWARD BECKER ( JARINGAND DARI PADA HUB ANTAR MANUSIA )
§  W.G SUMMER ( sudut pandang kebudayaan , perpolaan fungsional )

Kesimpulan berdasarkan penjelasan para sosiolog dan antropolog di atas
§  Lembaga sosial ( seperangkat ketentuan, aturan , atua norma sosial yang sudah sedemikan mendalam )
§  Lembaga sosial mengatur berbagai pola kehidupan tertentu dalam masyarat
2. CARA CARA  PEMBENTUKAN LEMBAGA SOSIAL  (LS) :*
a. pengertian norma* sebagai kekuatan pngikat
o   Cara ( USAGE )  menunjuk pada suatu bentuk perbuatan
o   Kebiasaan ( FOLKWAYS ) dilakukan berulang ulang dalam bentuk yang sama
o   Tata kelakuan (mores): kebiasaan yang dianggapsebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur.
o   Adat ( customs ): tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat.
b. proses norma mrmbentukk sebagai LS
v  PROSES PELEMBAGAAN (instutionalization ) suatu proses yang di lewati oleh suatu norma kemasyarakatan yang baru u/ menjadi bagian dari suatu lembaga sosial . artinya adalah sampai norma tersebut dikenal di akui massyrakat
v  Noma norma yang INTERNALIZED adalah bahwa proses norma kamayarkatan itu tidak berhenti  tetapi juga meresap dalam jiwa anggota
 cara cara pengendalian sosial
·         Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma
·         Memberikan penghargaan ( taat )
·         Mengembangkan rasa malu ( kalau salah )
·         Menimbulkan rasa takut
·         Menciptakan system hokum ( tata tertib )
3.  UNSUR PENTING LEMBAGA SOSIAL
v  LS berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia
v  LS merupakan seperangkat aturan dan perilaku yang relative tetapi tersusun dan tersutruktur
v  LS merupakan cara bertindak yang mengikat
4.  CIRI LEMBAGA SOSIAL
ü  Suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilakuyang terwujud  melalui aktivitas kemasyarakatan
ü  Mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu
ü  Mempunyai suatu atau beberapa atau tujuan tertentu
ü  Mempunyai perlengkapan untuk mencapai tujuan
ü  Memliki lembaga tertentu yang secara simbolis
ü  Mempunyai suatu tradisi tertulis atau tidak tertulis
5. CARA MEMPELAJARI LS
§  Analisis HISTORIS >> meneliti sejarah timbul dan berkembangnya sesuatu
§  A. comparative >> menelaah suatu LS  dalam berbagai masyarakat atau berbagai lapisan sosisl masyarakat
§  A. fungsinal >> diselidiki dengan cara menganalisis antra lembaga lembaga tersebut  ( menekankan hub fungsionalny sehingga sering mempergunakan analisis hostoris dan comparative )
TIPE TIPE LS
1. dari sudut perkembangannya
v  CRESIVE INSTITUTIONS ( tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat sehingga menjadi pranata paling primer )
v  ENACTED INS ( sengaja untuk mencapai tujuan tertentu
2. dari sudut system nilai yang diterima oleh mayarakat
Ø  BASIC INS ( penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib , cont , sekolah )
Ø  SUBSIDIARY ( dianggap  kurang penting con rekreasi )
3. dari sudut penerimaan masyarakat
ü  APPROVED ATAU SOCIAL SANCTIONED INS ( diterima masyarakat , con seklah ,perusahaan )
ü  UNSANCTIONED INS ( ditolak masy , meskipun tidak mampu memberantasnya  con > perampokan , penjahat )
4. dari sudut penyebarannya
Ø  GENERAL INS ( diterima sebagian besar masy  dunia con > pranata agma )
Ø  RESTRICTED INS ( yang hanya dikenal masy tertentu saja con > pranata agaam islam . Kristen katolik, protestan , hindhu , budha )
5. dari sudut fungsinya
*      OPPERATIVE INS ( menghimpun pola pola atau taat cara yang diperlukan untuk mencapai masy yang bersangkutan )
*      REGURATIVE INS ( mengawasi adat istiadat atau kelakuan yang ada di masy , con pranata hokum )

MACAM MACAM LEMBAGA , PERAN , DAN FUNGSINYA DALAM KEHIDUPAN MASY
  Fungsi ! :D
·         Membrikan pedoman kpd msy
·         Menjaga keutuhan
·         Memberikan pegangan
1. lembaga keluarga
a.pengertiann LK
 mempunyai fungsi memperhankan hidup msy melanjutkan keturunan /reproduksi/afeksi dan sosialisasi

hal hal yang bersangkutan dengan LK
-          Maslah hub sex yang diatur
-          Perawatan anak anak
-          Hub persaudraan
-          Berbagai macam org kekeluargaan
b. Cirri – cirri LK
a)      Karateristik menurut ahli
1. BURGESS DAN  LOCKE
Ø  Keluarga adlah susunan orang yang distukan oleh ikatan perkawinan , darah , atau adopsi
Ø  Anggota keluarga ditandai dengan hidup bersama di 1 atap
Ø  Keluarga merupakan sataun sosial yang terdiri atas orang yang berinteraksi dan berkomunikasi
Ø  Keluarga adalah pemelihara suatu kebudyaan bersama yang pada dasarnya diperoleh dari msy . suatu keluarga mempunyai budaya sendiri , beda dengan keluarga lain
2.  ROBERT MAC IVER DANN CHARLES HORTON PAGE
Ø  Merupakan hub perkawinan
Ø  Bentuk suatu kelembagaan yeng berkaitan dengan hub perkawinan  yang disengaja
Ø  Mempunyai suatu system atat nama
Ø  Mempunyai fungsi ekonomi
Ø  Merupakan tempat tinggal bersama
Ø   
b)      Cirri cirri keluarga sebagai primer
*      Antar anggota keluarga mempunyai hub yang initm
*      Kooperatif
*      Face to face
*      Anggota keluarga memperlakuan anggota  yang lainnya sebagai tujuan
c. proses terbentuknya keluarga
1.       Tahap  formatif atau pre. Nuptual ( masa persiapan   sebelum dilangsungkan perkawinan )
2.       Taham perkawinan atau nuptial stage ( tahap ketika dilangsukan perkawinan )
3.       Tahap pemeliharaan anak ank atua chils rearing stage ( merupakan sebuah bagunan keluarga )
4.       Tahap keluarga dewasa atua maturity stage ( anak yang dilahirkan  dan dipelihara telah mampu berdiri sendiri )
 Secara sosiologis perkaiwnan merupakan ikatan kahir dan batin antara seorang laki laki atau lebih dengan seorang wanita atau lebih dalam hub suami istri yang diberikan kekutaab sanksi sosial

Menurut UU no 1
Perkawinan adlah ikatan lahir bantu antara pria dan    wanita sebagi suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia berdasrkab Ketuhan Yang Maha Esa ( pasal 1 )
Perkawinan adlaah sah apabila dilakukan berdasrkan hokum ( pasal 2a)
Perkawinan harus berdasarken persetujuan kedua ortu mempelai ( pasal 6)

d. NORMA PERKAWINAN
1)      HUKUM ADAT (merupakan komponen awal adanya tertib sosial di tengah* masy juga mengatur hal perkawinan )
2)      HUKUM AGAMA ( mempuyai kewajiban u/ tunduk terhadp norma sesuai agam )
3)      HUKUM NEGARA (mengatur perkawinan para warganay membuttikan bahwa perkawinan mrupakan hal yang sngat penting dlam tahak kehidupan manusia )

e. bentuk bentuk  perkawinan
 1. dari segi jumlah suami atau istri
*      MONOGAMI  ( 1  cow dan  1 cew )
*      POLIANDRI ( 1 cew , beberapa cow)
*      POLIGINI(  1 cow , beberapa cew )
*      GROUP MARRIAGE ( perkawinan kelompok , beberapa cew dan beberapa cow )
2. dari asal suami atau istri

*      EKSOGAMI ( seseorang dengan luar golongan < ras lain > )
*      ENDOGAMI ( seseorang dengn orang yang berasal dari dlam lingkungannya < 1 ras >
*      HOMOGAMI ( berasal dari lapisan ekonomi yang sama )
*      HETEROGAMi ( berasal dari lapisan ekonomi yang ebrbeda )
 F. syarat syarat perkawinan  ( umum = mas  kawin / bride price )
Jawa > pitukan
Batak > boli  ( melepas keln ayak ke klen suami , peralihan status wanita)
 G. FUNGSI KELUARGA
v  Fungsi melanjutkan keturunan atau reproduksi  ( mempertahankan  kelangsungan hidup manusia )
v  Funsi afeksi (kebutuhan afeksi atua kasih syang )
v  Fungsi sosialisasi ( membentuk kepriabdian anak )
v  Fungsi ekonomi (kebutuhan hidup )
v  Fungsi pengawasan / control sosial ( penanaman nilai nilai norma )
v  Fungsi proteksi ( mlindungi anggotanya )
 h. SUSUNAN KELUARGAH INTI DAN KELUARGA LUAS
dalam sosiologi, dikenal perbedaan antara keluarga bersistem konjungal dan system konsanguinal.
v  keluarga yang bersistem konsangauinal menekanan pada hub darah ( kpd ortunya )
v  system konjugan menekan pada pentingnnya  hub perkawinan drpd ikatan drah
ada juga sosiolog membedakan menjadi
v  keluarga orientasi ( Keluarga yang di dalmnya seseorang dilahirkan )
v  k. prokreasi ( yang dibentuk oleh seseorang dengan jalan melangsukan pernikahan )
ada juda berdasarkan  jauh dekatya hub keluarga
v  keluarga inti
v  keluarga meluas ( lihat gambar hal 50 )

keluarga samah ( ortu, anak, nenek , kakek )

ada 2 sistem kekerabatan 
o   unilineal ( ayah ibu ajah ) , ada patrilineal ( dari ayah, batak  ) , matrineeal ( dari ibu  , minagkabau )
o   bilateral / parental  ( LIIHAT GAMBAR HL 51 )










































sos :)

Diposkan oleh febrina tomodachi di Jumat, Desember 07, 2012
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

1. DEFENISI LEMBAGA SOSIAL J
§  PAUL B HORTON DAN CHASTER L HUNT (NORMA U/ MENCAPAI TUJUAN )
§  BRUCE J COHEN ( SISTEM POLA YANG TERSUSUN RAPI )
§  KOENTJARANINGRAT ( NORMA YANG MEMINTA SERANGKAIAN TINDAKAN )
§  L.VON.WIESE DAN HOWARD BECKER ( JARINGAND DARI PADA HUB ANTAR MANUSIA )
§  W.G SUMMER ( sudut pandang kebudayaan , perpolaan fungsional )

Kesimpulan berdasarkan penjelasan para sosiolog dan antropolog di atas
§  Lembaga sosial ( seperangkat ketentuan, aturan , atua norma sosial yang sudah sedemikan mendalam )
§  Lembaga sosial mengatur berbagai pola kehidupan tertentu dalam masyarat
2. CARA CARA  PEMBENTUKAN LEMBAGA SOSIAL  (LS) :*
a. pengertian norma* sebagai kekuatan pngikat
o   Cara ( USAGE )  menunjuk pada suatu bentuk perbuatan
o   Kebiasaan ( FOLKWAYS ) dilakukan berulang ulang dalam bentuk yang sama
o   Tata kelakuan (mores): kebiasaan yang dianggapsebagai cara berperilaku dan diterima norma-norma pengatur.
o   Adat ( customs ): tata kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat.
b. proses norma mrmbentukk sebagai LS
v  PROSES PELEMBAGAAN (instutionalization ) suatu proses yang di lewati oleh suatu norma kemasyarakatan yang baru u/ menjadi bagian dari suatu lembaga sosial . artinya adalah sampai norma tersebut dikenal di akui massyrakat
v  Noma norma yang INTERNALIZED adalah bahwa proses norma kamayarkatan itu tidak berhenti  tetapi juga meresap dalam jiwa anggota
 cara cara pengendalian sosial
·         Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma
·         Memberikan penghargaan ( taat )
·         Mengembangkan rasa malu ( kalau salah )
·         Menimbulkan rasa takut
·         Menciptakan system hokum ( tata tertib )
3.  UNSUR PENTING LEMBAGA SOSIAL
v  LS berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia
v  LS merupakan seperangkat aturan dan perilaku yang relative tetapi tersusun dan tersutruktur
v  LS merupakan cara bertindak yang mengikat
4.  CIRI LEMBAGA SOSIAL
ü  Suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilakuyang terwujud  melalui aktivitas kemasyarakatan
ü  Mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu
ü  Mempunyai suatu atau beberapa atau tujuan tertentu
ü  Mempunyai perlengkapan untuk mencapai tujuan
ü  Memliki lembaga tertentu yang secara simbolis
ü  Mempunyai suatu tradisi tertulis atau tidak tertulis
5. CARA MEMPELAJARI LS
§  Analisis HISTORIS >> meneliti sejarah timbul dan berkembangnya sesuatu
§  A. comparative >> menelaah suatu LS  dalam berbagai masyarakat atau berbagai lapisan sosisl masyarakat
§  A. fungsinal >> diselidiki dengan cara menganalisis antra lembaga lembaga tersebut  ( menekankan hub fungsionalny sehingga sering mempergunakan analisis hostoris dan comparative )
TIPE TIPE LS
1. dari sudut perkembangannya
v  CRESIVE INSTITUTIONS ( tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat sehingga menjadi pranata paling primer )
v  ENACTED INS ( sengaja untuk mencapai tujuan tertentu
2. dari sudut system nilai yang diterima oleh mayarakat
Ø  BASIC INS ( penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib , cont , sekolah )
Ø  SUBSIDIARY ( dianggap  kurang penting con rekreasi )
3. dari sudut penerimaan masyarakat
ü  APPROVED ATAU SOCIAL SANCTIONED INS ( diterima masyarakat , con seklah ,perusahaan )
ü  UNSANCTIONED INS ( ditolak masy , meskipun tidak mampu memberantasnya  con > perampokan , penjahat )
4. dari sudut penyebarannya
Ø  GENERAL INS ( diterima sebagian besar masy  dunia con > pranata agma )
Ø  RESTRICTED INS ( yang hanya dikenal masy tertentu saja con > pranata agaam islam . Kristen katolik, protestan , hindhu , budha )
5. dari sudut fungsinya
*      OPPERATIVE INS ( menghimpun pola pola atau taat cara yang diperlukan untuk mencapai masy yang bersangkutan )
*      REGURATIVE INS ( mengawasi adat istiadat atau kelakuan yang ada di masy , con pranata hokum )

MACAM MACAM LEMBAGA , PERAN , DAN FUNGSINYA DALAM KEHIDUPAN MASY
  Fungsi ! :D
·         Membrikan pedoman kpd msy
·         Menjaga keutuhan
·         Memberikan pegangan
1. lembaga keluarga
a.pengertiann LK
 mempunyai fungsi memperhankan hidup msy melanjutkan keturunan /reproduksi/afeksi dan sosialisasi

hal hal yang bersangkutan dengan LK
-          Maslah hub sex yang diatur
-          Perawatan anak anak
-          Hub persaudraan
-          Berbagai macam org kekeluargaan
b. Cirri – cirri LK
a)      Karateristik menurut ahli
1. BURGESS DAN  LOCKE
Ø  Keluarga adlah susunan orang yang distukan oleh ikatan perkawinan , darah , atau adopsi
Ø  Anggota keluarga ditandai dengan hidup bersama di 1 atap
Ø  Keluarga merupakan sataun sosial yang terdiri atas orang yang berinteraksi dan berkomunikasi
Ø  Keluarga adalah pemelihara suatu kebudyaan bersama yang pada dasarnya diperoleh dari msy . suatu keluarga mempunyai budaya sendiri , beda dengan keluarga lain
2.  ROBERT MAC IVER DANN CHARLES HORTON PAGE
Ø  Merupakan hub perkawinan
Ø  Bentuk suatu kelembagaan yeng berkaitan dengan hub perkawinan  yang disengaja
Ø  Mempunyai suatu system atat nama
Ø  Mempunyai fungsi ekonomi
Ø  Merupakan tempat tinggal bersama
Ø   
b)      Cirri cirri keluarga sebagai primer
*      Antar anggota keluarga mempunyai hub yang initm
*      Kooperatif
*      Face to face
*      Anggota keluarga memperlakuan anggota  yang lainnya sebagai tujuan
c. proses terbentuknya keluarga
1.       Tahap  formatif atau pre. Nuptual ( masa persiapan   sebelum dilangsungkan perkawinan )
2.       Taham perkawinan atau nuptial stage ( tahap ketika dilangsukan perkawinan )
3.       Tahap pemeliharaan anak ank atua chils rearing stage ( merupakan sebuah bagunan keluarga )
4.       Tahap keluarga dewasa atua maturity stage ( anak yang dilahirkan  dan dipelihara telah mampu berdiri sendiri )
 Secara sosiologis perkaiwnan merupakan ikatan kahir dan batin antara seorang laki laki atau lebih dengan seorang wanita atau lebih dalam hub suami istri yang diberikan kekutaab sanksi sosial

Menurut UU no 1
Perkawinan adlah ikatan lahir bantu antara pria dan    wanita sebagi suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia berdasrkab Ketuhan Yang Maha Esa ( pasal 1 )
Perkawinan adlaah sah apabila dilakukan berdasrkan hokum ( pasal 2a)
Perkawinan harus berdasarken persetujuan kedua ortu mempelai ( pasal 6)

d. NORMA PERKAWINAN
1)      HUKUM ADAT (merupakan komponen awal adanya tertib sosial di tengah* masy juga mengatur hal perkawinan )
2)      HUKUM AGAMA ( mempuyai kewajiban u/ tunduk terhadp norma sesuai agam )
3)      HUKUM NEGARA (mengatur perkawinan para warganay membuttikan bahwa perkawinan mrupakan hal yang sngat penting dlam tahak kehidupan manusia )

e. bentuk bentuk  perkawinan
 1. dari segi jumlah suami atau istri
*      MONOGAMI  ( 1  cow dan  1 cew )
*      POLIANDRI ( 1 cew , beberapa cow)
*      POLIGINI(  1 cow , beberapa cew )
*      GROUP MARRIAGE ( perkawinan kelompok , beberapa cew dan beberapa cow )
2. dari asal suami atau istri

*      EKSOGAMI ( seseorang dengan luar golongan < ras lain > )
*      ENDOGAMI ( seseorang dengn orang yang berasal dari dlam lingkungannya < 1 ras >
*      HOMOGAMI ( berasal dari lapisan ekonomi yang sama )
*      HETEROGAMi ( berasal dari lapisan ekonomi yang ebrbeda )
 F. syarat syarat perkawinan  ( umum = mas  kawin / bride price )
Jawa > pitukan
Batak > boli  ( melepas keln ayak ke klen suami , peralihan status wanita)
 G. FUNGSI KELUARGA
v  Fungsi melanjutkan keturunan atau reproduksi  ( mempertahankan  kelangsungan hidup manusia )
v  Funsi afeksi (kebutuhan afeksi atua kasih syang )
v  Fungsi sosialisasi ( membentuk kepriabdian anak )
v  Fungsi ekonomi (kebutuhan hidup )
v  Fungsi pengawasan / control sosial ( penanaman nilai nilai norma )
v  Fungsi proteksi ( mlindungi anggotanya )
 h. SUSUNAN KELUARGAH INTI DAN KELUARGA LUAS
dalam sosiologi, dikenal perbedaan antara keluarga bersistem konjungal dan system konsanguinal.
v  keluarga yang bersistem konsangauinal menekanan pada hub darah ( kpd ortunya )
v  system konjugan menekan pada pentingnnya  hub perkawinan drpd ikatan drah
ada juga sosiolog membedakan menjadi
v  keluarga orientasi ( Keluarga yang di dalmnya seseorang dilahirkan )
v  k. prokreasi ( yang dibentuk oleh seseorang dengan jalan melangsukan pernikahan )
ada juda berdasarkan  jauh dekatya hub keluarga
v  keluarga inti
v  keluarga meluas ( lihat gambar hal 50 )

keluarga samah ( ortu, anak, nenek , kakek )

ada 2 sistem kekerabatan 
o   unilineal ( ayah ibu ajah ) , ada patrilineal ( dari ayah, batak  ) , matrineeal ( dari ibu  , minagkabau )
o   bilateral / parental  ( LIIHAT GAMBAR HL 51 )